FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MENULAR PADA PASIEN MDR-TB PARU DI RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK

Kurniawati, Endang and Ridha, Abduh and Saleh, Ismael (2016) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MENULAR PADA PASIEN MDR-TB PARU DI RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK. Fakultas Ilmu Kesehatan.

[img]
Preview
Text
jurnal.pdf

Download (500kB) | Preview

Abstract

TB-MDR merupakan penyakit menular, disebabkan terinfeksi kuman M.tuberkolusis yang resisten terhadap inoziasid (INH) dan rifampisin. Transmisi terjadinya infeksi pada pasien TB MDR lebih berbahaya dibandingkan TB karena telah resisten terhadap OAT lini pertama yang potensinya paling kuat sehingga sulit disembuhkan. Kegagalan dalam melakukan pengobatan MDR TB tidak hanya merugikan pasien, tetapi juga meningkatkan penularan pada masyarakat. Perilaku pasien MDR-TB sangat berpengaruh terhadap penularan penyakit TB, karena jika pasien batuk dan bersin dapat menularkan terhadap orang disekitarnya melalui udara yang mengandung kuman dari percikan dahak yang mengandung kuman. Kejadian TB paru berdasarkan data dinas kesehatan yang melakukan pengobatan secara lengkap hanya 15% di tahun 2012 dan ditahun 2015 hanya 2%. Rendahnya pengobatan TB paru yang lengkap akan berisiko menjadi MDR-TB. TB MDR di Kalimantan Barat berjumlah 49 kasus, Pontianak merupakan Kasus MDR-TB terbanyak sebesar 53% dan terendah di Kota Singkawang sebesar 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan perilaku menular Pada Pasien MDR-TB yang Berobat di Rs. Dr Soedarso Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 17 responden yang diambil dengan teknik total sampling menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi menular( p value = 0,004), persepsi ancaman (p value = 0,035 PR= 7,1 CI 95% = 1,050 - 48,6) dengan perilaku menular MDR-TB. Variabel yang tidak berhubungan yaitu pendidikan ( p value= 0,129), status ekonomi( p value= 0,644) dan kepemilikan BPJS ( p value= 0,057). Direkomondasikan untuk lebih meningkatkan dalam memberikan pemahaman serta motivasi agar pasien MDR-TB sadar bahwa penyakitnya akan mengancam dirinya dan orang lain serta dapat menularkan melalui perilakunya yang kurang baik. "MDR-TB is a contagious disease, caused M.tuberkolusis infected with the bacteria that are resistant to inoziasid (INH) and rifampicin. Transmission of infection in patients with MDR TB compared to TB more dangerous because it has been resistant to first-line OAT most powerful potential that is difficult to cure. Failure to carry out the treatment of MDR TB is not only detrimental to the patient, but also improve the transmission to the public. MDR-TB patient behavior affects the transmission of TB disease, because if the patient is coughing and sneezing can transmit to the people around him through the air containing the germs of droplets containing germs. One of the exposed group is a housewife who has a husband smoker. Pulmonary TB cases that occurred in West Kalimantan not only contributed by new patients (97.5%) but also relapse / re-treatment (2.5%) in the year 2015. In 2013 the number of smear-positive highest in the age group 45-54 ie 20.54% of the year 973, the year 2014 is 20.29% of 833 patients and in 2015 mangalami shift in adolescents in the age group 25-34 years is 20.53% of 638. Genesis pulmonary TB based on data from the health department complete treatment only 15% in 2012 and by 2015 only 2%. Low treatment of pulmonary tuberculosis which would risk being full of MDR-TB. MDR TB in West Kalimantan totaled 49 cases, Pontianak is a case of MDR-TB majority of 53% and the lowest in Singkawang by 2%. This study aims to determine the Factors Associated with the behavior of infectious pulmonary tuberculosis in patients with pulmonary MDR-TB Treatment in Hospital Dr Soedarso 2016. This study used cross sectional design. Samples are 17 respondents taken with total sampling technique using chi-square test with 95% confidence level. The results showed that there was significant relationship between the perception of infectious (p value = 0.004), perception of threat (p value = 0,035 PR = 7.1 95% CI = 1.050 to 48.6) with the behavior of infectious MDR-TB. Variables are not related, education (p value = 0.129), economic status (p value = 0.644) and ownership BPJS (p value = 0.057). Direkomondasikan to further improve in providing an understanding and motivation that MDR-TB patients are aware that the disease will threaten themselves and others and can transmit through his behavior is not good"

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Sub Admin1 UM PTK
Date Deposited: 25 Mar 2017 12:31
Last Modified: 25 Mar 2017 12:31
URI: http://repository.unmuhpnk.ac.id/id/eprint/291

Actions (login required)

View Item View Item